Sanitasi di negara berkembang masih banyak memerlukan perhatian mengingat masih rendahnya akses masyarakatnya terhadap sanitasi dasar. Menurut Water Supply & Sanitation Collaborative Council, sebanyak 2,6 milyard manusia atau 40% penduduk dunia tidak memiliki akses untuk mendapatkan sanitasi dasar. Di Indonesia sendiri layanan sanitasi dasar yang aman baru mencapai 71,06% penduduk di perkotaan dan 32,47% penduduk di perdesaan.
Oleh dasar itu, diselenggarakan Konferensi Sanitasi Nasional ke-2 Tahun 2009 (KSN 2009) dengan tema Mempercepat Pembangunan Sanitasi Untuk Memenuhi Pelayanan Dasar Rakyat Indonesia. Acara yang berlangsung tanggal 8-10 Desember 2009 di Hotel Millenium Kebon Sirih Jakarta ini beragendakan acara talkshow, diskusi juga pameran. Peresmian pembukaan KSN 2009 ini dilakukan oleh Wakil presiden Republik Indonesia, Budiono dan berlangsung di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia. “Berdasarkan studi Bank Dunia pada tahun 2007, potensi kerugian ekonomi akibat sanitasi buruk mencapai Rp.58 trilyun/tahun (setara 2,3% GDP). Dalam 5 tahun terakhir, investasi untuk sanitasi mencapai Rp.5.000 /kapita/tahun, dibandingkan dengan periode 1974-2004 yang hanya mencapai Rp.200 /kapita/tahun. Padahal angka ideal untuk pelayanan sanitasi dasar seharusnya Rp.47.000 /kapita/tahun” jelas Budiono. “Pembangunan sanitasi bukan sekedar pembangunan fisik atau pemberian bantuan saja, tetapi juga keterlibatan masyarakat jauh lebih penting. Pemerintah khususnya Pemda di jadikan sebagai inisiator, katalisator dan juga fasilitator yang efektif untuk masyarakat. Kantor Wakil Presiden pun terbuka lebar untuk mendukung kegiatan pembangunan sanitasi ini” tambahnya. Dalam pembukaan ini dihadiri oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Salsiah Alisjahbana, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Setyaningsih, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, jajaran pemerintahan Provinsi, Kabupaten/Kota, serta Duta Sanitasi Cilik dari berbagai daerah di Indonesia, dan juga para undangan yang berjumlah sekitar 180 orang. Duta Sanitasi Cilik yang berasal dari Sumatera Selatan, Solo, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan ini berharap jika pembangunan sanitasi lebih baik maka masa depan kami akan lebih baik dan menjadikan anak-anak lebih sehat. Dengan kata lain sanitasi untuk kehidupan yang lebih baik. Pembukaan KSN ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Presiden, dan selanjutnya para peserta kembali ke Hotel Millenium untuk mengikuti acara selanjutnya. Talkshow, pameran dan diskusi Acara di Hotel Millennium diawali pembacaan Keynote Speech oleh Menteri Pekerjaan Umum, selanjutnya diadakan acara talkshow bertema Pengarusutamaan PPSP dalam Program Prioritas Nasional, dengan para pembicara Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kesehatan, dengan moderator Lula Kamal. Dalam kesempatan ini, para narasumber memaparkan kebijakan dan strategi dari masing-masing departemen sebagai bagian komitmen dan dukungan terhadap pelaksanaan Program Nasional Percepatan Sanitasi Perkotaan (PPSP). Rencana kebijakan dan strategi yang dicanangkan oleh masing-masing departemen untuk lima tahun ke depan telah diintegrasikan guna mendukung pelaksanaan PPSP di 330 kabupaten/kota, dengan memperhatikan semua permasalahan yang ada saat ini. Dari diskusi, muncul beberapa masalah klasik yang selalu berulang adalah masalah pendanaan di daerah dan sosialisasi untuk menjadikan sanitasi sebagai salah satu prioritas. dimana keterbatasan APBD daerah membuat daerah belum mampu melakukan percepatan pembangunan sanitasi secara optimal dan masalah sanitasi di beberapa daerah belum dianggap penting. Menanggapi permasalahan tersebut, para menteri mengajukan beberapa solusi, antara lain melalui kerjasama dengan swasta, adanya dana alokasi khusus, advokasi, dan insentif bagi daerah yang melaksanakan pembangunan sanitasi, selain tentunya sosialiasi dan upaya meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di dalam masyarakat. Dilanjutkan acara pemberian penghargaan kepada Kota pionir penyusun Strategi Sanitasi Kota (SSK) oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy Supriadi Priatna dan Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen PU, Budi Yuwono. Setelah itu acara pembukaan pameran dilakukan oleh Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Setyaningsih, secara simbolis dengan pengguntingan pita. Selepas acara, para Menteri Narasumber Talkshow meninjau pameran sanitasi dari para stakeholders pelaku pembangunan sanitasi. Selain talkshow dan pameran diadakan juga beberapa diskusi yang diikuti oleh para undangan serta para media dan acara kunjungan lapangan di hari terakhir. MCH/SAM |