Beranda
| Diskusi dan Kunjungan Media “Mengevaluasi Keberhasilan Pembangunan Sanitasi di Indonesia”, Jakarta – |
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Kamis, 10 Desember 2009 | |
Sudah sepuluh tahun Indonesia membangun pelayanan sanitasinya, tapi investasinya masih Rp. 5.000 dari angka idealnya Rp. 47.000. Padahal persentase ini boleh dibilang hasil yang cukup baik, disbanding angka 5 tahun lalu yang hanya Rp. 200. Sementara tenggat waktu pencapaian target MDGs tinggal 5 tahun lagi. Terkait dengan hal tersebut, Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) mengadakan acara Diskusi dan kunjungan Media dengan tema Mengevaluasi Keberhasilan Pembangunan Sanitasi di Indonesia. Acara ini diselenggarakan pada 3 Desember 2009 di Ruang Rapat Sekretariat TTPS di Menteng Jakarta. Pembicara dalam acara ini antara lain Nugroho Utomo (Kepala Sekretariat TTPS), Nila Andhrianie (Direktur Amrta Institute), Surur Wahyudi (Program Coordinator BORDA Indonesia) dan di moderator oleh Oswar Mungkasa (Bappenas).“Banyak orang di Indonesia jika ditanya soal septic tank, masih banyak yang nggak tahu atau nggak ngerti. Contohnya, jika ditanya dimana tepatnya letak septic tank, jawabannya ada yang tahu persis, ada yang kira-kira tahu, malahan sebagian gak tahu ada di mana. Mungkin karena kebanyakan rumah mereka saling berhimpitan, jadi ud gak tahu lagi dimana letakknya” Nugroho menjelaskan. “Malahan jika ditanya pernahkan septic tank anda dikuras, dengan bangganya dijawab sudah 20 tahun gak pernah tuh..” tambahnya. Kurangnya kesadaran akan pentingnya menguras septic tank, merupakan bagian dari kurangnya kesadaran akan sanitasi yang baik. Karena jika septic tank tidak dikuras diatas 5 tahun, maka akan memcemari tanah di sekitarnya. Menurut data, 14 ribu ton tinja di hasilkan perhari yang mencemari 70% - 80% air sumur dangkal. Banyak opsi sistem penanganan sanitasi yang diberikan, seperti system terpusat, system komunal dan system onsite /setempat tergantung dari kemampuan dan kebutuhan masing-masing masyarakat. Dengan banyaknya pilihan cara meningkatkan sanitasi yang baik, diharapkan pada tahun 2014 Indonesia terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Setelah selesai acara diskusi dilanjutkan kunjungan lapangan ke sekolah MI Al-Ma’muriyah di Jakarta Pusat, yang merupakan lokasi hasil binaan ESP. Sejak tahun 2007 MI Al-Ma’muriyah melakukan Program Sekolah Bersih, hijau dan Sehat (Clean, Green and Hygiene School / CGH School). Keberlanjutan program di sekolah ini merupakan harapan yang sejalan salah satu misi dari MI Al-Ma’muriyah, yaitu memberdayakan sumber daya manusia dan prasarana secara optimal. Mewujudkannya memerlukan kekompakan antar guru, serta kerjasama yang baik dengan komite sekolah, yayasan dan pihak terkait lainnya. MCH |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Terkait dengan hal tersebut, Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) mengadakan acara Diskusi dan kunjungan Media dengan tema Mengevaluasi Keberhasilan Pembangunan Sanitasi di Indonesia. Acara ini diselenggarakan pada 3 Desember 2009 di Ruang Rapat Sekretariat TTPS di Menteng Jakarta. Pembicara dalam acara ini antara lain Nugroho Utomo (Kepala Sekretariat TTPS), Nila Andhrianie (Direktur Amrta Institute), Surur Wahyudi (Program Coordinator BORDA Indonesia) dan di moderator oleh Oswar Mungkasa (Bappenas).